Guru Harus Mengajar dengan Hati, MI Muhammadiyah Karanganyar Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

KARANGANYAR – Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran, MI Muhammadiyah Karanganyar menggelar Workshop Guru bertema “Transformasi Pembelajaran melalui Penguatan Kompetensi Guru dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).” Kegiatan yang diikuti oleh 86 guru dan tenaga kependidikan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 9–10 Juli 2026, pukul 08.00–15.00 WIB, bertempat di Aula MI Muhammadiyah Karanganyar.

Workshop menghadirkan narasumber nasional, Dr. Ameliasari Tauresia Kesuma, S.E., M.Pd., Guru Berprestasi MAN Salatiga, Penulis Panduan Pembelajaran Kemendikdasmen RI, sekaligus Tim Pengembang Kurikulum Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. H. Ihsan Muhadi, S.Ag., M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, serta dihadiri perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Karanganyar, Bapak Drs. H. Romdloni, M.Hum.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar menegaskan bahwa seorang guru harus mengajar dengan hati, penuh kasih sayang, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Menurut beliau, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dibangun di atas empat pilar utama, yaitu cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta cinta kepada bangsa dan negara.

Beliau juga berpesan agar madrasah mampu membangun kurikulum yang benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, menghadirkan guru sebagai fasilitator pembelajaran yang inspiratif, serta menciptakan proses belajar yang efektif, menyenangkan, dan bermakna. Menurutnya, keberhasilan pendidikan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara madrasah, orang tua, masyarakat, dan media.

Sementara itu, perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Karanganyar menyampaikan pesan penguatan kepada seluruh guru agar senantiasa menjadi pribadi yang komunikatif, menjadi teladan terdepan, serta menjaga kerukunan, kekompakan, dan keterbukaan dalam membangun budaya kerja di madrasah. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di era yang terus berkembang.

Kepala MI Muhammadiyah Karanganyar, Sartini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami ingin para guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mentransfer cinta, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan kepada setiap peserta didik. Semoga setelah mengikuti workshop ini, pembelajaran di MI Muhammadiyah Karanganyar semakin bermakna, membahagiakan siswa, serta mampu melahirkan generasi yang Cerdas, Kreatif, dan Sholeh,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, sebanyak 86 guru dan tenaga kependidikan dibekali pemahaman konseptual sekaligus praktik penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang akan diimplementasikan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta akan menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai cinta, karakter, dan pembelajaran mendalam (deep learning) sehingga proses belajar di kelas menjadi lebih humanis, inspiratif, dan berdampak positif bagi perkembangan peserta didik.

Workshop ini menjadi bukti komitmen MI Muhammadiyah Karanganyar untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, membangun budaya belajar yang membahagiakan, serta mewujudkan visi madrasah sebagai “Madrasahnya Para Juara” yang melahirkan generasi Cerdas, Kreatif, dan Sholeh.

MIMuhammadiyahKaranganyar

KurikulumBerbasisCinta

MadrasahnyaParaJuara

CerdasKreatifSholeh

MadrasahLebihBaik

LebihBaikMadrasah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top